Lukisan Abstrak, Memaknai Arti Sebuah Imajinasi

Lukisan Abstrak, Memaknai Arti Sebuah Imajinasi

Daftar Isi

Kisah ini bermula ketika 300.000 tahun yang lalu, saat nenek moyang manusia (termasuk Homo neanderthalensis dan leluhur Homo sapiens) sudah menggunakan api secara sistematis untuk penerangan, perlindungan, dan yang paling penting: memasak.

Bayangkan di sebuah era ketika nenek moyang kita menemukan Api, mereka mendiami sebuah Gua dan berkumpul bersama keluarga, menghangatkan badan saat di luar sedang hujan lebat, dan bayi-bayi Sapiens tidur lelap, para orang tua memanfaatkan momen family time dengan menggambar di Gua 

Dalam buku Sapiens: A Brief History of Humankind karya Yuval Noah Harari, penemuan api kerap dianggap titik balik paling krusial yang mengubah peradaban manusia purba. Disinilah cerita itu bermula, para Homo Sapiens mulai berbicara tentang hal-hal yang tidak ada secara fisik (abstraksi). Melalui cerita di sekitar api, manusia mulai percaya pada konsep yang sama, seperti roh, hukum, hingga perlahan-lahan membentuk konsep negara dan uang.

Memori kolektif itu tersimpan hingga kini, bahkan di tengah kegelapan, manusia masih saja percaya hal abstrak bahwa kegelapan di malam hari itu sama halnya ancaman. Dan disaat yang sama, Sapiens juga percaya bahwa hal abstrak dapat di mulai dari sebuah cahaya, dan di sanalah tinta merah dari darah hewan, serta warna hijau dari getah tumbuhan tercipta menjadi lukisan abstrak pertama dalam peradaban manusia 

*****

Seakan menjadi saksi peradaban, lukisan abstrak tetap mempesona, dan.semua itu tak lepas dari memori purba dalam DNA manusia homo sapiens. Arah Perubahan terus terjadi, dan kini lewat sebuah gambar abstrak, benak kita seolah di ajak bertamsya dalam ruang berpikir. Maka tak mengherankan bila dalam setiap ajang pameran lukisan abstrak, kita banyak menyaksikan pengunjung berdiri berjam jam, mengamati tiap detil lukisan abstrak karya sang pelukis 

Robert Atkins, dalam bukunya Art Spoke: A Guide to Modern Ideas, Movements, and Buzzwords menyebut Seni abstrak atau seni tanwujud adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan objek dalam dunia asli, tetapi menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional

"Melalui abstrak, kita bisa menjelajah dunia imajinasi dan itulah sebabnya setiap satu lukisan dapat di tafsirkan beragam oleh para penikmatnya" ujar Sam Yon, salah satu pelukis abstrak yang tinggal di Nganjuk 

Menurut Sam Yon, sebuah lukisan abstrak dapat dinikmati banyak kalangan dan lintas agama. Terlebih bagi umat muslim yang secara khusus melarang untuk memajang gambar / foto orang atau makhluk hidup (bernyawa) di dalam rumah. Sehingga, pilihan lukisan abstrak dapat di jadikan barang seni sebagai penghias interior dalam rumah 

"Di sejumlah kamar hotel, bungalow bahkan resto banyak memajang lukisan abstrak untuk menambah nilai estetika ruang, sehingga dinding tidak lagi tampak monoton" imbuh pria yang juga sebagai ketua Join Nganjuk Art Community. 

**** 

Dalam perkembangannya, aliran lukisan abstrak memiliki sejarah yang unik karena sempat menjadi pusat perdebatan ideologi yang dinamis  Jika boleh membandingkan, gaya lukisan abstrak di Barat sarat kemurnian eksplorasi visual. Sementara di Indonesia, abstrak sering kali dikaitkan dengan pencarian identitas modernitas.

Bagi banyak pelukis Indonesia, abstrak bukan berarti "kosong". sebut saja Sadali dan A.D. Pirous yang kerap menggunakan abstrak untuk menggambarkan kebesaran Tuhan atau alam semesta yang tidak bisa diwakili oleh bentuk fisik manusia. Sedangkan, beberapa pelukis mengabstraksikan lanskap alam Indonesia (gunung, laut, sawah) hingga hanya tersisa esensi warnanya saja.

Sementara, aliran abstrak ekspresionis yang menekankan spontanitas dan gerakan tubuh seniman saat melukis menjadi pilihan Sam Yon. "Setiap goresan kuas, dan pemilihan warna serta tema menggambarkan karakter pelukis, dan setiap pelukis pasti tahu, bagaimana lukisan itu di buat, dan siapa pembuatnya (pemula / profesional) " tandasnya'

Editorial | Arah Perubahan

Posting Komentar